Tantric Sex, Menjaga Keintiman Bercinta

Filed under: Husband & Wife |
Seiring dengan berjalannya kehidupan rumah tangga, tentu pengalaman bercinta pasangan suami – istri sudah semakin terasah. Namun seiring dengan berjalannya usia pernikahan pula, tak jarang pasangan suami – istri mengalami penurunan hasrat bercinta.
Hal itu bisa dikarenakan berbagai macam faktor.  Namun, aktivitas seks memiliki peranan yang penting dalam menjaga keharmonisan rumah tangga. Maka dari itu, perlu diusahakan beragam upaya untuk menyalakan kembali hasrat bercinta yang mulai redup.
Salah satu cara yang bisa Anda dan pasangan tempuh yakni dengan tantric sex atau tantra sex. Tantric sex adalah aktivitas bercinta yang dilakukan secara meditatif, sehingga tercipta sebuah ikatan yang lebih harmonis dan erat antara pria dan wanita.
Dalam hal ini, tantric sex dapat membantu meningkatkan keintiman yang menghubungkan antara pikiran dan tubuh, yang akan berujung pada timbulnya hasrat bercinta yang kuat.
Seorang pakar percaya jika pengaplikasian tantric sex dilakukan dengan pikiran yang rileks dan santai, serta berkonsentrasi pada satu tujuan yang sama yakni mencapai kepuasan, maka hasilnya pasangan pria dan wanita bisa mencapai kenikmatan yang lebih tinggi dan intens, lebih dari apa yang mereka harapkan.
Dan kabar baiknya lagi, tantric sex tidak berorientasi pada sebuah tujuan, melainkan pada proses menuju goal yang diharapkan. Jadi Anda dan pasangan tidak perlu susah payah untuk mempelajarinya.
Triknya adalah dengan mengalihkan pikiran Anda dari orgasme dan fokus pada proses menikmati foreplay dan biarkan proses menuju sebuah pencapaian kenikmatan itu muncul secara alami.

Memang kedengarannya mudah, namun tidak juga banyak pasangan yang berhasil menjalankan tantric sex ini. Akan tetapi, jika Anda dan pasangan ingin mencari suasana baru sekaligus menggali pengetahuan Anda berdua tentang pengetahuan bercinta, berikut tahapan – tahapannya.

  • Minimalkan pencahayaan didalam kamar tidur.
  • Rileks dan biarkan tubuh Anda dan pasangan menyatu dengan suasana kamar yang di-setting dengan nuansa romantis. Karena tantra merupakan perwujudan dari memunculkan energi yang dihasilkan dari dalam tubuh. Seorang pakar bernama Louise Van Der Velde menyarankan untuk menggerak-gerakkan kaki untuk memompa energi dalam tubuh.
  • Dengan posisi berbaring di tempat tidur, sementara pasangan juga melakukan hal yang sama, perlahan – lahan ajaklah pasangan Anda untuk turun dari tempat tidur dan berbaring di lantai. Mulailah saling menyentuh dan nikmati setiap sentuhan yang diberikan oleh pasangan pada tubuh Anda.
  • Saat menyentuh pasangan, cobalah untuk menjangkau area tubuh bagian atas terlebih dahulu. Berikan pijatan lembut dan biarkan pasangan meniru hal yang sama seperti yang Anda lakukan padanya. Cara ini akan memperpanjang proses menuju puncak kenikmatan, sehingga Anda dan pasangan bisa menikmati momen intim tersebut lebih lama lagi.
  • Ketika Anda atau pasangan berada pada posisi dimana gairah sudah mulai terpacu, atur ritme pernafasan dengan cara menarik nafas dalam-dalam lalu buang perlahan. Cobalah untuk mengatur hasrat Anda berdua.
  • Jangan menyerah untuk terus mencoba, karena tantric sex bukanlah seks gaya barat yang kebanyakan langsung memacu adrenalin di awal, tengah dan akhir momen bercinta. Tantric sex membutuhkan waktu untuk pasangan bisa menikmati proses bercinta dan menikmati setiap detil momen tersebut. Sebelum akhirnya masuk pada intercourse.

Manfaat tantric sex

  • Membuat pasangan memiliki waktu untuk memperbaharui kehidupan seks mereka.
  • Menjadikan seseorang memiliki waktu yang lebih intim lagi dengan pasangannya.
  • Dapat menjadi sarana perbaikan hubungan dengan pasangan yang sempat luntur, sehingga kehidupan seks-nya berjalan seperti sediakala dan bahkan bisa lebih membara lagi.
Share and Enjoy:
  • Print
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • email
  • Twitter
Posted by on March 19, 2012. Filed under Husband & Wife. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>